Cara Optimasi Video Explainer di Media Sosial
Image via Freepik
Video explainer menjadi salah satu konten yang sedang naik daun di kalangan perusahaan besar maupun startup. Bukan tanpa alasan, video explainer merupakan alat marketing dan promosi yang ampuh untuk menarik pembeli dan klien.
Lebih dari itu, video explainer juga bisa membawa keuntungan jangka panjang untuk perusahaan. Salah satu keuntungan yang bisa didapatkan dari menggunakan video explainer yaitu meningkatkan brand awareness.
Video explainer juga mudah dibagikan melalui media sosial. Namun, untuk mendapatkan hasil optimal, video explainer perlu dioptimasi. Berikut beberapa cara untuk mengoptimasi video explainer di media sosial.
Apa itu Video Explainer?
Secara singkat, definisi video explainer atau explainer video adalah video animasi yang menjelaskan tentang jasa, produk, program, ide, atau konsep lainnya. Dengan visual yang menarik, video explainer bertujuan menjelaskan sesuatu secara ringkas dan mudah dipahami.
Element utama video explainer berupa animasi, ilustrasi, grafik, typography, dan elemen visual lainnya. Peran audio juga penting dalam sebuah video explainer. Umumnya, pembuat akan menambahkan voiceover, musik pengiring, ataupun sound effect.
Cara Optimasi Video Explainer di Sosial Media
Video explainer dapat diunggah melalui media sosial manapun sehingga mudah dijumpai oleh target pembeli. Namun, dengan banyaknya kompetitor, tentu tidak mudah untuk mendapatkan ranking atas pencarian.
Tak hanya itu, agar mendapatkan viewers dan engagement tinggi, video explainer harus dioptimasi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengoptimasi performa video explainer di sosial media. Berikut selengkapnya.
1. Buat Thumbnail Menarik
Thumbnail adalah elemen penting dalam sebuah video. Sebagai visual yang pertama kali menyapa penonton, thumbnail video haruslah menarik dan mencerminkan sebuah brand.
Kamu bisa memasukkan wajah seseorang dan menambahkan teks yang atraktif untuk menarik orang agar melihat videomu. Text yang kamu masukkan pada thumbnail juga harus mencerminkan konten video.
Umumnya, thumbnail yang bagus menggunakan background yang cerah untuk menonjolkan gambar dan text penting. Kamu juga dapat memasukkan logo untuk memperkenalkan brand milikmu.
2. Optimasi Keywords
Kamu perlu mengoptimasi keywords saat memposting video explainer di media sosial. Pertama, carilah keywords yang tepat untuk konten videomu. Kamu bisa menggunakan keyword generator seperti Ahrefs, Semrush, Google Trends, dan lainnya.
Buatlah judul yang mengandung keywords. Pastikan keywords yang ditanamkan dalam judul mengalir secara natural.
Tambahkan tags dan hashtags yang juga mengandung keywords agar videomu mudah dicari. Jika kamu mengunggah video di YouTube, buatlah juga deskripsi video yang mengandung keywords.
3. Tambahkan Subtitle atau Closed Captions
Subtitle dan closed caption dapat sangat membantu performa video explainer milkmu. Faktanya, tidak sedikit penonton yang menyaksikan videomu tanpa suara.
Dengan demikian, caption atau closed caption dapat membantu mereka memahami konteks. Kamu dapat meningkatkan viewer rates, engagement rate, bahkan conversion rates dengan membuat subtitle atau closed caption.
4. Optimasi untuk Mobile Device
Lebih dari 60% video ditonton melalui smartphone. Maka dari itu, penting untuk membuat videomu memiliki kualitas yang bagus, baik saat ditonton melalui desktop maupun layar smartphone.
Penting juga untuk memperhatikan media sosial yang kamu gunakan untuk mengunggah videomu. Misalnya, penggunaan video vertikal akan ideal untuk TikTok, Insgram Reel, dan YouTube Short. Sedangkan landscape video akan cocok untuk YouTube dan Facebook.
5. Tambahkan CTA
CTA atau call-to-action adalah salah satu aspek terpenting dalam video explainer milikmu. CTA merupakan kalimat atau frasa singkat yang bertujuan untuk mendorong penonton melakukan sesuatu.
Kamu bisa menambahkan CTA di akhir video. Kamu dapat menggunakan kata-kata seperti: beli, bergabung, daftar, atau CTA lainnya tergantung tujuanmu membuat video.
Kesimpulan
Jangan sampai video explainer yang sudah kamu buat maksimal tidak menghasilkan hasil sesuai harapan. Performa video explainer milikmu akan kurang maksimal jika tidak dioptimasi dengan tepat. Bisa saja, mereka tenggelam di antara banyaknya konten video explainer lainnya.
Poin-poin di atas merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengoptimasi video explainer di sosial media. Dengan demikian kamu dapat memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan viewer rates, engagement rates, dan metriks penting lainnya.
Comments
Post a Comment