Cara Membuat Storyboard: 5 Tips untuk Desainer dan Animator
Membuat video yang bagus tidaklah mudah. Dari milyaran video pemasaran yang diproduksi, hanya sebagian kecil yang berhasil menyampaikan pesan dengan baik. Bahkan, lebih sedikit lagi yang bisa jadi viral.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut, salah satunya adalah tidak melakukan storyboard dalam pembuatan video. Ini adalah salah satu langkah penting dalam pra-produksi.
Storyboard yang bagus akan membantu Anda memvisualisasikan seperti apa video itu nantinya dan membuat perubahan serta menghasilkan versi final yang sangat bagus sebelum Anda melakukan pengambilan gambar tunggal.
Jadi, ketika Anda memiliki berbagai ide bagus, seperti video explainer, video animasi, atau iklan lainnya. Anda bisa mulai dengan memanfaatkan metode storyboard ini. Berikut lima tips membuat storyboard yang dapat membantu Anda menghasilkan video berkualitas:
5 Tips Membuat Storyboard yang Bagus
#1 Brainstorm ide-ide Anda
Hal yang pertama dapat Anda lakukan yaitu melakukan brainstorm ide-ide yang Anda dan tim Anda miliki. Lalu, memadukan semua ide-ide menjadi satu cerita yang menarik. Ini akan mempengaruhi keseluruhan hasil dari video Anda.
Anda dapat memulai nya dengan menuangkan ide saat Anda melalui visualisasi di lembar storyboard sementara. Tidak perlu bagus, ini hanya untuk membantu anda menuangkan ide agar dapat mengingat alur cerita secara garis beras.
Pada tahap ini, Anda harus menunjukkan karakter utama, latar, dan tema video Anda, serta bagaimana properti dan karakter berinteraksi. Mulai saat ini dan seterusnya, membuat storyboard harus lebih mudah.
#2 Buat timeline untuk cerita Anda
Setelah Anda selesai melakukan brainstorm ide-ide bagus tentang apa yang akan terjadi dalam video Anda, mulailah membuat sketsa garis waktu. Identifikasi awal, tengah, dan akhir cerita Anda, serta setiap transisi penting.
Pastikan ide mengalir dengan baik, masuk akal, dan memiliki kaitan emosional. Video marketing pendek tidak memerlukan plot yang rumit, tetapi membutuhkan semacam ketegangan dan resolusi yang memuaskan. Jika Anda menemukan celah di garis waktu Anda, lihat kembali catatan curah pendapat Anda untuk mendapatkan ide tentang cara mengisinya.
#3 Mulailah membuat sketsa adegan
Tata letak storyboard mencakup serangkaian kotak. Anda dapat menggunakan template storyboard untuk mempermudah Anda, tanpa harus membuatnya secara manual. Ini dapat menghemat waktu Anda dan langsung menggambar sketsa langsung di kotak storyboard template yang tersedia.
Pilih format pilihan Anda sebelum mulai menggambar, seperti storyboard animasi, storyboard film, storyboard thumbnail, dll. Lalu, pastikan kotak-kotak pada kertas storyboard tidak memakan semua tempat – Anda tetap perlu menyertakan catatan tambahan untuk memperjelas alur cerita dan visualisasi anda.
#4 Tambahkan Setiap Detail Adegan
Storyboard yang lebih detail akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk dibuat. Namun, bagian ini tetap memiliki peranan penting dalam pembuatan storyboard karena dapat memberikan volume pada konsep Anda.
Namun, jangan khawatir, bahkan storyboard mendetail tidak mengharuskan Anda untuk memerinci setiap pengambilan gambar, artinya adegan yang berbeda pada storyboard yang sama mungkin memiliki tingkat detail yang berbeda.
#5 Periksa Ulang Semuanya
Langkah terakhir sebelum mengirim storyboard ke tim produksi adalah memastikan bahwa semuanya sudah sebagaimana mestinya — semua rekomendasi di atas sudah dilakukan, setiap frame dilengkapi dengan deskripsi dan bagian dubbing sudah sesuai, semua transisi antar pengambilan gambar juga sudah tertata, dll.
Ketika storyboard sudah dipastikan siap untuk pembuatan video, maka tim produksi akan dengan mudah melakukan tahap akhir yaitu merealisasikan storyboard menjadi sebuah video yang profesional dan berkualitas tinggi.
Contoh storyboard untuk menginspirasi Anda
Berikut adalah contoh storyboard untuk membantu Anda memvisualisasikan seperti apa storyboard dan memberikan Anda inspirasi untuk dapat membuat storyboard yang bagus. Anda dapat melihat contoh storyboard animasi dari disney dibawah ini:
Sematkan: Into the Unknown (From "Frozen 2"/Storyboard to Final Frame Version)
Anda dapat melihat hasil yang maksimal dari berbagai poin storyboard yang telah mereka buat, mulai dari detail shots, pergerakan, hingga alur cerita nya. Ini dapat menjadi contoh storyboard animasi yang bagus untuk menginspirasi karya Anda.
Kesimpulan
Dengan storyboard, Anda dapat dengan mudah menjual ide kepada klien potensial atau membawa semua anggota tim Anda ke dalam rencana secara efisien. Ini dikarenakan storyboard menawarkan gambaran keseluruhan proyek video secara jelas dan nyata.
Dengan lima tips diatas, Anda akan lebih mudah membuat video berikutnya dengan hasil yang maksimal. Storyboard memberikan gambaran yang jelas tentang proyek video dan membantu Anda tetap berada di jalur selama produksi.
Comments
Post a Comment